Air
merupakan media hidup biota budidaya dan organisme lainnya. Semua daur hidup
biota budidaya sejak masa telur hingga dewasa terjadi di dalam air. Dengan demikian para pembudidaya harus mampu
menciptakan air alam kondisi optimal untuk kehidupan dan pertumbuhan biota yang
dibudidayakan. Pengelolaan pakan sangat penting dalam budidaya, karena
berpengaruh terhadap kualitas air dan lingkungan sekitarnya. Masukan bahan
organik yang terbesar dalam tambak berupa senyawa nitrogen yang 93% berasal
dari pakan dan selebihnya dari pupuk dan bahan lainnya. Kualitas air cepat
mengalami penurunan bila sisa pakan yang tertimbun sangat banyak didasar
tambak. Dalam proses dekomposisi akan membutuhkan sejumlah besar oksigen.
Bila
suplai oksigen tidak cukup kondisi anaerob pada dasar tambak tidak dapat
dihindarkan yang lebih buruknya menghasilkan senyawa beracun seperti ammonia,
nitrit dan H2S. Kualitas air yang demikianlah merupakan kondisi yang
sangat baik untuk berkembangnya penyakit. Dengan demikian ada dua substansi
sekaligus yang menciptakan suatu kondisi biota budidaya terserang penyakit,
yaitu timbunan bahan organik yang menyebabkan kualitas air menurun dan menjadi
tempat bersarangnya organisme pathogen
Kordi K dan Andi (2007).




0 comments:
Post a Comment